AutocarWiki.com – Pada umumnya mobil hybrid, ada fitur Regenerative Braking yang memamfaatkan energi dari pengereman untuk mengecas kembali baterai listrik.
Fitur inilah yang membuat konsumsi bahan bakar mobil hybrid jadi sangat hemat, bahkan mendekati level konsumsi bbm untuk sepeda motor.
Pada praktiknya, jika fitur ini diaktifkan, saat pengemudi menekan pedal gas, maka itu akan menambah laju mobil, sebaliknya jika pengemudi pelepaskan pedal gas, maka akan ada efek rem yang memperlambat laju kendaraan.
Bagaimana cara kerja sistem Regenerative Braking ini? Apakah ada manfaat tambahan dibandingkan sistem pengereman biasa? Mari mari kita ulas detailnya.
Cara Kerja Regenerative Braking
Saat mobil melaju kemudian pengemudi mengerem, ada energi gerak yang sebelumnya dihasilkan oleh mesin, jadi terbuang.
Energi itulah yang dimamfaatkan sistem regenerative braking untuk diambil kembali sebagai listrik untuk disimpan ke baterai di sistem hybrid kendaraan.

Pada mobil biasa, rem menggunakan gesekan untuk memperlambat mobil. Ini mengubah energi kinetik kendaraan menjadi energi panas yang akan hilang begitu saja. Itu ditandai oleh bantalan rem sering menjadi sangat panas pada mobil yang dikemudiakan secara agresif.
Pada sistem hybrid, energi kinetik dari gerakan ban yang melambat tanpa dorongan mesin, dikonversi menjadi listrik lalu disimpan pada baterai, agar dapat digunakan kembali untuk menggerakkan motor listrik jika dibutuhkan.
Sistem regenaratif braking menyalurkan energi kinetik dari roda yang tidak mendapat dorongan mesin, ke sistem pembangkit listrik pada mobil yang kemudian listrik tersebut disimpan ke baterai.
Beban roda memutar sistem tersebutlah yang menghasilkan efek pengereman hingga memperlambat laju mobil.
Sistem ini membuat motor listrik memiliki fungsi ganda, yaitu untuk memutar ban saat dibutuhkan, dan mengubah energi kinetik dari ban menjadi listrik jika fungsi pertama tidak aktif atau mobil melambat.
Sistem tersebut membantu memperpanjang jangkauan mobil dan mengurangi kebutuhan akan pembakaran bahan bakar pada mobil hybrid, atau untuk mengisi daya listrik pada mobil dengan sistem PHEV dan EV.
Manfaat Pengereman Regeneratif
Fitur Regenerative Braking merupakan keunggulan tersendiri pada mobil hybrid dan EV dibanding mobil bermesin bakar murni. Berikut mamfaat dari fitur pengereman regeneratif tersebut:
Menghemat Konsumsi Bahan Bakar
Jika energi kinetik tidak dimamfaatkan kembali, artinya ada banyak energi dari pembakaran bahan bakar yang terbuang percuma.
Itulah mengapa mengemudi dalam kondisi stop-and-go atau secara agresif yang membuat banyak pengereman, menyebabkan konsumsi bbm jadi boros.
Energi dari pengereman yang disimpan kembali sebagai listrik, akan dimamfaatkan kembali untuk menggerakkan ban saat benar-benar dibutuhkan, sehingga energi yang seharus terbuang pada mobil non-hybrid, jadi bisa dimamfaatkan kembali pada mobil dengan sistem hybrid.
Sehingga saat mobil butuh energi yang seharusnya membakar banyak bbm, jadi tidak perlu membakar banyak bbm karena ada bantuan energi dari motor listrik.
Mobil jadi Lebih Ramah Lingkungan
Konsumsi bbm yang lebih sedikit, berarti pembakaran yang juga lebih sedikit, sehingga mobil mengeluarkan lebih sedikit emisi ke lingkungan.
Jadi mobil hybrid lebih ramah lingkungan dibanding mobil bermesin bakar biasa. Namun tentunya mobil EV mengeluarkan zero emisi karena tidak ada mesin bakar sama sekali.
Bantalan Rem lebih Awet
Secara otomatis komputer mobil mengatur seberapa kuat rem harus berfungsi terhadap kebutuhan pengemudi, dalam kolaborasinya dengan perlambatan yang dihasilkan oleh sistem pengecasan ulang baterai pada sistem hybrid.
Perlambatan mobil akan lebih dominan disebabkan oleh sistem hybrid yang memamfaat kembali energi kinetik yang hilang, sehingga bantalan rem bekerja lebih ringan, bahkan bisa tidak diperlukan saat perlambatan kendaraan tidak dibutuhkan secara ekstrim.
Sistem ini membantu mengurangi panas pada rem, dan memperpanjang usia pakai bantalan rem yang pada akhirnya mengurangi kebutuhan terhadap penggantian kanfas rem.
Meningkatkan Jangkauan Jarak Tempuh
Pada mobil PHEV atau EV, sistem regenerative braking sangat membantu meningkatkan jangkauan jarak tempuh kendaraan, karena sedikitnya energi yang terbuang.
Baterai mobil tidak hanya digunakan untuk menyuplai energi ke motor listrik, tapi secara otomatis mendapat pengecasan kembali saat dalam perjalanan.
Jika pada mobil hybrid sistem ini menghemat bahan bakar, maka pada PHEV dan EV, ini bisa mengurangi kebutuhan akan pengecasan ulang di stasiun pengecasan baterai mobil, sehingga pada akhirnya menghemat biaya perjalanan.
Kesimpulan
Jadi, pengereman regeneratif adalah teknologi inovatif yang sangat bermamfaat pada kendaraan listrik dan hybrid.
Fitur ini memberikan banyak manfaat kepada pemilik kendaraan, sekaligus berkontribusi mengurangi dampak buruk pada lingkungan dengan emisi yang lebih rendah.
Jika Anda memiliki mobil hybrid dengan fitur pengereman regeneratif ini, maka biasakanlah untuk menggunakannya, jangan dinonaktifkan fitur regenerative braking, walau tombol untuk mematikannya tersedia.





