6. Roda Penggerak
Mitsubishi Xpander berpenggerak roda depan atau Front Wheel Drive (FWD), sedangkan Toyota Avanza roda belakang atau Rear Wheel Drive (RWD).
RWD dipercaya lebih tangguh untuk melahap jalan yang banyak tanjakan, karena fokus tenaga berada di belakang beban, jadi Avanza mengandalkan daya dorong. Sedangkan Xpander mengandalkan daya tarik.
Kelebihan Xpander dengan FWD-nya adalah konsumsi bahan bakar yang lebih efisien karena penyaluran tenaga tidak banyak terbuang seperti pada Avanza yang harus mentransfer tenaga dari mesin ke komponen RWD baru menggerakkan roda.
Grip ban depan mobil FWD ke jalan juga menjadi andalan, sehingga risiko understeer pada Xpander lebih kecil dari Avanza.
RWD dikatakan lebih bertenaga itu mungkin benar jika torsi dan tenaga yang disediakan mesin tidak mencukupi. Namun seperti kita ketahui beberapa SUV juga menggunakan penggerak roda depan, seperti Honda CR-V, Hyundai Santa-Fe, KIA Sorento, Mazda CX-5 dan lain sebagainya, dan tidak pernah menjadi masalah dalam hal kemampuannya melewati jalan di area pegunungan.
RWD memang punya daya angkat yang lebih baik dari FWD dengan kuantitas tenaga yang sama. Namun yang menentukan kemampuan mobil menanjak adalah torsi, yaitu kemampuan mengangkat beban. Mitsubishi tentu sudah menghitung dengan akurat, berapa torsi yang diperlukan untuk mengangkut beban maksimum Xpander. Hal itu terlihat dari torsinya yang lumayan besar, yaitu 141 Nm.
Namun mindset mengenai RWD lebih tangguh tersebut akan tetap berpengaruh pada penjualan mobil MPV di Indonesia, hal itu terbukti dari kompetitor Avanza sebelumnya seperti Mobilio dan Ertiga yang hanya bisa berkutat di segmen mobil pribadi dan tidak banyak bicara di segmen konsumen dengan pembelian masal, meskipun sudah ditaburi fitur yang lebih banyak.
7. Pengendalian
Dalam hal pengendalian, dari dulu Mitsubishi sebenarnya lebih baik dari Toyota. Hal itu terasa jika sobat pernah membandingkan impresi berkendara Mitsubishi Kuda dan Toyota Kijang Kapsul. Mobil-mobil Mitsubishi terasa lebih stabil dan tenaganya lebih soft di putaran bawah.
Begitu juga impresi pengendalian Avanza vs Xpander, engineer Mitsubishi berhasil mengoptimalkan kestabilan Xpander walau mobil ini punya dimensi yang tinggi. Efek limbung Xpander terasa jauh lebih kecil dari Avanza.
Hal tersebut juga dipengaruhi oleh roda penggerak depan pada Xpander, yang membuat mobil terasa lebih mantap saat bermanuver. Sedangkan Avanza dengan RWD-nya terasa lebih limbung karena saat dipacu, tentu grib roda depan jadi tidak sebaik Xpander sehingga sering terasa efek understeer.
Tak dapat dipungkiri pengendalian Xpander jauh lebih baik dari Avanza, belum lagi pada tipe Sport dan Ultimate sudah dilengkapi fitur Stability Control yang membuatnya makin stabil di tikungan. Baca artikel kami sebelumnya: Impresi Mengendarai Mitsubishi Xpander






Penjabaran yang bagus dan objektif menurut saya. Terima kasih atas artikelnya 🙂
salam otomotif!
Clear, dan rasional.
Mitsubishi raja kendaraan niaga, bertenaga, dan handal, skrg punya produk mpv. Telat dibandingkan produk yg sudah banyak beredar, mungkin spare part yg tersedia di bengkel masih terbatas, tapi mitsubishi cukup handal sih, umur spare-nya mungkin lebih lama.
Tapi pemain lama tetep ndak mau dominasinya terancam. Mungkin mereka juga akan ngeluarin produk baru lagi.
Mitsubishi menjaga identitasnya sebagai mobil bertenaga dan handal, jadi riset ntuk ngeluarin produk baru cenderung lama, dibanding merk lain yg cukup getol ngeluarin banyak varian.
Jadi bingung pilih yang mana?
Maunya Pajero Sport, tp duitnya cuma cukup untuk beli Avanza atau XPander hahaaa
Tentu saja xpander akan lebih bagus dari avanza karena xpander adalah mobil yang baru muncul di negeri ini. Dari segi fitur kekuatan keamanan pastinya dibuat harus lebih baik, jika tidak ya pasti tidak akan dilirik oleh konsumen. Namun saya tetap percaya Avanza adalah mobil terbaik dinegeri ini, karena jarang malah saya tidak pernah melihat orang komplain dengan avanza. Kita lihat kedepan ada tidaknya masalah yang akan timbul di mobil baru ini.