AutocarWiki.com – Salah satu parameter spesifikasi mobil yang paling sering disebut adalah “Ground Clearance” atau sering disingkat ‘GC’. Istilah tersebut sering tertulis di situs resmi mobil dan juga sering disebut oleh para wiraniaga mobil saat menjelaskan dagangannya pada calon pembeli.
Istilah dengan kosakata bahasa inggris ini mungkin terkesan sulit difahami oleh kalangan awam atau calon pembeli mobil yang tidak sering memperhatikan mengenai spesifikasi mobil. Namun bagi pecinta otomotif, ini adalah istilah umum yang sudah sering didengar.
Pengertian ‘Ground Clearance’
Secara bahasa, terjemahan ground clearance adalah “Jarak ke Tanah”, yaitu jarak antara titik terendah bagian bawah mobil (kolong mobil) dengan tanah atau jalan.
Parameter ini akan berguna untuk mengetahui seberapa besar saya jelajah mobil pada kontur jalan yang tidak rata, semisal bergelombang, berlubang-lubang, banyak polisi tidur atau bahkan genangan air.
Sehingga ground clearance penting dipertimbangkan saat Anda membeli mobil. Pertimbangan tersebut adalah dengan memperkirakan akan di jalan seperti apa mobil tersebut akan sering dikendarai.

Pengaruh Ground Clearance pada Daya Jelajah Mobil
Jika mobil hanya akan dipergunakan di perkotaan dengan jalanan mulus, maka mobil dengan GC rendah tidak akan bermasalah, misalnya dengan GC sekitar 12 hingga 15 cm (120 – 150 mm), semisal sedan, citycar, hatchback atau MPV rendah.
Namun jika akan sering di bawa ke pelosok atau ke daerah dengan kondisi jalanan yang tidak menentu, maka ground clearance yang tinggi adalah parameter yang penting. Paling tidak harus dengan GC sekitar 18 cm (180 mm) ke atas.
Namun ground clearance yang jangkung tidak selalu baik untuk mobil. Mobil-mobil yang mengutamakan kecepatan dan kestabilan, lebih memerlukan ground clearance yang rendah. Karena jika terlalu jangkung, mobil akan mudah limbung di kecepatan tinggi.
Approach dan Departure Angle
Untuk daya jelajah mobil terhadap kontur jalan, ada juga istilah Approach Angle dan Departure Angle. Secara bahasa, terjemahan istilah tersebut adalah ‘Sudut Kedatangan’ dan ‘Sudut Kepergian’.
Approach angle adalah sudut antara titik terendah bumper depan dengan bagian terbawah roda depan. Sedangkan Departure Angle adalah sudut antara titik terendah bumper belakang dengan bagian terbawah roda belakang.

Makin besar kedua sudut tersebut, artinya jarak antara bumper dengan jalan makin besar sehingga kemampuan mobil melewati kontur jalanan yang tidak rata akan makin baik, semisal jalanan bergelobang atau berlubang dan tanjakan terjal.
Pada umumnya, makin tinggi ground clearance, sudut approach dan departure akan besar pula. Namun sudut tersebut juga dipengaruhi oleh jarak bumper dengan sumbu roda.
Baca juga:
- Jenis Mobil Paling Cocok untuk Tipe Jalanan di Indonesia
- Alasan Mengapa Orang Indonesia Lebih Cocok Pake SUV
- Tips Berkendara di Jalanan Rusak, Agar Aman dan Selamat
Demikian, semoga informasi ini bermamfaat bagi Sobat Otomotif yang ingin memahami istilah-istilah spesifikasi mobil secara lebih dalam.






Terima kasih sudah berbagi informasi