AutocarWiki.com – Dalam pengumuman road-map rencana bisnis Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi hingga tahun 2030, dinyatakan bahwa Nissan X-Trail akan bermesin hybrid e-Power dalam waktu dekat.
Aliansi berencana melakukan elektrifikasi pada 23 mobil dalam line-up ketiga merek, termasuk diantaranya 15 mobil listrik murni berbasis baterai (BEV) hingga tahun 2030.
Dalam rencana yang dekat, selain akan berbagi platform kendaraan hingga 80% dari keseluruhan line-up, aliansi akan menghadirkan mobil-mobil berteknologi hybrid e-Power, termasuk Nissan X-Trail.
Nissan menyebutkan bahwa powertrain X-Trail akan mengadopsi sistem e-Power pada Nissan Qashqai yang menggunakan mesin bensin 1.5-liter.

Sistem e-Power menggunakan mesin bensin hanya sebagai genset untuk menghasilkan listrik dan tidak dihubungkan secara langsung ke roda penggerak.
Roda digerakkan langsung oleh motor listrik, sehingga rasa berkendaranya identik dengan mobil listrik murni. Itu berarti torsi yang instan dan angka tenaga yang besar.
Jadi mesin bakar menghasilkan energi gerak untuk diubah menjadi listrik yang akan disimpan di baterai, kemudian baterai mengirim setrum ke motor listrik yang akan menggerakkan roda.
Baca: Memahami Sistem Hybrid e-Power pada Nissan Kick e-Power
Pada Nissan Qashqai, sistem powertrain menggunakan motor listrik yang menyalurkan tenaga sebesar 187 ps dan torsi 330 Nm ke roda depan sebagai standar.
Varian bermotor listrik ganda untuk penggerak 4-roda dikabarkan akan hadir sebagai opsi varian tertinggi.
Nissan X-Trail e-Power ini disebut akan diluncurkan pertama kali untuk pasar Eropa. Bisa jadi juga dibawa ke Indonesia, mengingat mobil dengan sistem hybrid ini sudah ada di Tanah Air, yaitu Kick e-Power.





