Awalnya setir mobil yang masih bertenaga uap berupa stick kecil bukan? Lalu mengapa berubah menjadi setir bundar yang hingga kini tak tergantikan?
Mari kita bahas dengan lebih rinci, mengapa mobil lebih baik diberi setir bundar dibanding joystick. Walau pertanyaan ini tidak penting, mungkin bisa kita bahas secara ilmiah. Walau memberi jawaban konyol nampaknya akan lebih menarik untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Cobalah untuk menahan diri dari berimajinasi pada hal-hal negatif mengenai beberapa pembahasan berikut:
1. Stick Lebih Sensitif
Jika setir mobil berupa joystick layaknya kemudi helikopter, arah belokan roda mobil akan sulit dikendalikan, karena stick punya respon lebih sensitif terhadap gerakan. Disenggol sedikit, langsung bereaksi banyak. Awas jangan piktor!
Maka setir bundar juga berkaitan dengan keselamatan dalam mengemudi. Setir bundar memiliki jangkauan gerak yang lebih luas, sehingga setiap perubahan posisi yang sedikit tidak akan langsung berpengaruh pada arah belokan roda mobil. Setir bundar menawarkan interaksi yang lebih baik dengan roda mobil dan jalan.
2. Stick Lebih Mudah Tegang
Pernahkan sobat memegang tongkat di salah satu ujung, kemudian ujung lainnya dipukul dengan keras, apa yang akan sobat rasakan pada tangan yang memegan tongkat tersebut? Tentu akan secara langsung merasakan getaran keras bahkan seperti tersetrum.
Begitu pula jika setir adalah stick, saat melalui jalanan yang banyak lubang atau kasar, maka semua getaran dan hentakan tersebut akan menjadi beban pada tangan kita yang memegang kemudi. Tentu berbeda dengan helikopter yang tidak akan melewati jalanan berlubang di udara.
Sedangkan setir bundar menopang tangan manusia dengan baik dan lebih mudah dikondisikan untuk meredam semua getaran dan hentakkan akibat kondisi jalan.
3. Stick Membuat Cepat Lelah
Setir bundar lebih mudah diletakkan posisinya di hadapan pengemudi, karena akan digunakan oleh kedua tangan pengemudi. Sedangkan jika berbentuk stick, tentu akan banyak pengemudi yang lebih suka menggunakan satu tangan saja, sehingga tangan pengemudi akan lebih cepat lelah. 5 Menit saja lelah memegang stick, apalagi berjam-jam!
4. Penempatan Posisi Setir
Akan ada beberapa risiko untuk semua posisi yang mungkin untuk stick di kabin pengemudi. Jika diletakkan di kiri atau kanan pengemudi, tentu kembali ke poin nomor 3 di atas, akan membuat salah satu tangan pengemudi cepat kelelahan.
Jika diletakkan di hadapan pengemudi, ada risiko tertusuk setir tersebut saat mengerem mendadak, bahkan akan sangat bahaya dalam kasus tabrakan, karena stick yang kecil akan punya momentum yang besar pada benturan dengan bagian tubuh pengemudi.
Jika diletakkan di hadapan pengemudi, di posisi lebih kebawah, juga bisa memberi risiko yang sama terhadap kecelakaan. Apalagi jika pengemudinya wanita, takutnya stick tersebut disalah gunakan, misalnya untuk menggantungkan tas branded luipuitong!
Baca juga: Uji Nyali Pasang Gigi Mundur saat Melaju Kencang, Begini Akibatnya!
Nah.. itulah beberapa alasan mengapa setir mobil tidak dibuat berbentuk stick. Setir bundar adalah teknologi terbaik yang memudahkan pengemudi mengendalikan mobilnya. Dengan putaran yang diatur sedemikian rupa, setir bundar lebih mudah disesuaikan dengan insting manusia untuk mengarahkan kemana mobil akan bergerak.
Bagi sobat yang punya alasan lain yang mungkin bisa menjawab pertanyaan pada judul artikel ini, silahkan berbagi di kolom komentar. Jawaban-jawaban konyol juga diizinkan, asal jangan jawaban berbau pornografi! Silahkan lanjutkan untuk berimajinasi!
Salam Otomotif!





