Fitur AEB menggunakan sistem komputer dan bantuan sensor untuk mengintervensi sistem pengereman mobil, khususnya di kondisi emergensi. Jadi, fungsi utama AEB adalah mengambil tindakan korektif atas kelalaian atau ketidakmampuan pengemudi dalam melakukan pengereman yang tepat pada kondisi darurat, untuk menghindari kecelakaan.
Cara Kerja Fitur Automatic Emergency Braking (AEB)
Sistem pengereman otomatis menggunakan bantuan perangkat sensor, dimana sensor secara terus-menerus mendeteksi keadaan di sekitar mobil, khususnya di bagian depan. Sensor tersebut memberi sinyal pada sistem komputer untuk mengaktifkan sistem pengereman jika terjadi kondisi emergensi.

Jika terdeteksi kondisi darurat semisal akan menabrak kendaraan lain, pejalan kaki, atau benda diam. Maka sistem komputer akan memberi peringatan pada pengemudi, bisa dengan suara atau lampu warning di dashboard.
Namun jika pengemudi tidak merespon atau respon pengemudi tidak memadai, maka sistem AEB akan mengintervensi rem untuk aktif sesuai kebutuhan, hingga pada level ekstrim menghentikan mobil untuk menghindari kecelakaan.
Pembagian Kategori Sistem AEB
Ada beberapa kategori pada fitur rem darurat otomatis, sesuai kondisi jalan dan kecepatan mobil. Beberapa mobil memiliki kategori AEB tersebut, beberapa lainnya hanya memiliki fitur AEB untuk kondisi tertentu saja. Berikut 3 kategori fitur AEB:
1. Sistem AEB untuk Kecepatan Rendah
Sistem AEB ini diperuntukkan pada pengendaraan di jalan-jalan kota, di mana mobil tidak berjalan dengan kecepatan tinggi. Sistem ini mendeteksi kendaraan lain di depan mobil, kemudian mengintervensi rem sebelum jarak dengan kendaraan lain terlalu dekat. Sistem ini mencegah benturan dengan kendaraan lain dengan jangkauan sensor yang dekat.
2. Sistem AEB untuk Kecepatan Tinggi
Kategori AEB ini dirancang untuk intervensi pengereman pada kecepatan tinggi. Untuk itu, sensornya punya kemampuan memonitor kendaraan atau objek di depan mobil dengan jarak hingga 200 meter. Sistem intervensi rem juga disesuaikan dengan kecepatan, sehingga tidak mencelakakan dengan pengereman yang berlebihan.
3. Sistem AEB untuk Perlindungan Pejalan Kaki (Pedestrian)
Sistem rem otomatis ini memfungsikan sensornya untuk mendeteksi pejalan kaki, atau pengguna jalan lain dengan kendaraan lebih kecil, seperti sepeda atau motor. Misalnya mobil akan berhenti, jika tiba-tiba ada pejalan kaki atau pengendara sepeda yang menyebrangi jalan.

Baca juga:
Pengertian Fitur Lane Departure Warning pada Mobil
Fitur Start-Stop Engine Banyak Membunuh Pemilik Mobil, Begini Kronologinya
Dampak Fitur Rem Darurat Otomatis Terhadap Keselamatan Berkendara
Dampak penggunaan fitur AEB pada keselamatan lalu-lintas terbukti efektif mengurangi tingkat kecelakaan fatal atau cidera berat. Penelitin oleh Schittenhelm pada tahun 2013 menemukan bahwa AEB berperan mengurangi tabrakan sebesar 35%. Fitur tersebut juga diklaim telah mengurangi tingkat keparahan kerusakan bagian belakang mobil yang tertabrak sebesar 53%.
National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), badan keselamatan lalu lintas Amerika Serikta, juga mengkonfirmasi bahwa jumlah kecelakaan mobil menabrak mobil lainnya dari belakang berkurang secara signifikan pada mobil yang telah dilengkapi fitur AEB.
Mobil-mobil yang dipasarkan di Amerika dan Eropa rata-rata telah menerapkan fitur AEB. Bahkan beberapa merek mobil telah mengkombinasikan fitur AEB dengan paket sistem keselamatan mereka sendiri, seperti Honda Sensing, Mazda i-ACTIVSENSE, Lexus Safety System+2.0, Porsche Active Safe (PAS), Lincoln Co-Pilot360 dan lain sebagainya. Pada umumnya fitur AEB ini diintegrasikan dengan sistem Adaptive Cruise Control.





