AutocarWiki.com – Koalisi Keselamatan Berkendara di AS usulkan Istilah Fitur ADAS Diseragamkan – Paket fitur ADAS atau Advance Driving Assistance System yang berbasis radar dan kamera telah mulai disematkan di varian tertinggi dari mobil-mobil kelas menengah di Indonesia.
Misalnya pada Toyota Avanza dan Veloz sebagai Toyota Safety Sense (TSS), pada line up Hyundai Indonesia dengan nama Hyundai SmartSense, Ada Subaru EyeSight, Honda Sensing, Mazda i-ActiveSense, dan lain sebagainya.
Tidak hanya nama untuk paket ADAS-nya di tiap merek yang berbeda, tapi fitur-fitur turunannya juga disebut dengan istilah-istilah berbeda, walau fungsinya sama.
Misalnya fitur pencegah tabrakan atau Collision Mitigation System, pada Hyundai SmartSense disebut Forward Collision Warning and Avoidance Assist (FCA), sedangkan pada TSS disebut Pre-Collision Warning and Pre-Collision Braking Assist (PCBA).
Itu hanya untuk satu sistem fitur, sedangkan ada banyak fitur ADAS lainnya dimana setiap merek memberi nama masing-masing yang keren dan rumit.
Hal itu disinyalir menyebabkan kebingungan pada konsumen dalam memahami fungsi fitur. Consumer Reports yang melibatkan berbagai institusi keselamatan jalan raya di Amerika Serikat mulai bersuara tentang hal ini.

Sekelompok pendukung perlindungan konsumen menyerukan standarisasi istilah untuk fitur-fitur turunan ADAS. Seruan itu didukung oleh beberapa badan penting seperti AAA, J.D. Power, Badan Keamanan Nasional AS, PAVE, dan SAE International.
Koalisi itu menyebutkan bahwa terminologi yang digunakan produsen mobil pada fitur-fitur ADAS terlalu bervariasi, yang berpotensi membingungkan konsumen dan menyulitkan untuk memahami fungsinya.
Risiko yang dihasilkan dari nama-nama tersebut adalah salah persepsi konsumen terhadap istilah yang berlebih-lebihan, sehingga 100% mengandalkan fitur kendaraan. Itu berpotensi menyebabkan kecelakaan, sebagaimana yang banyak terjadi pada fitur AutoPilot milik Tesla.
Di sisi lain, konsumen yang awam akan kesulitan memahami istilah tersebut sehingga tidak memamfaatkan fitur-fitur tersebut dengan baik.
Koalisi pendukung konsumen itu mengusulkan penyeragaman istilah untuk tiap kelompok fitur ADAS, semisal Collision Mitigation System, Driving Control Assistance (Lane Keeping), Parking Assistance, Driver Monitoring, dan lain sebagainya.
Sedangkan istilah-istilah yang berlebihan semisal Tesla Autopilot dan Full Self-Driving, diusulkan untuk dihilangkan karena sangat berpotensi menyebabkan salah persepsi.
Dengan istilah yang seragam, diharapkan lebih mudah bagi pegiat keselamatan jalan raya untuk mendidik konsumen, dan konsumen bisa mulai terbiasa dengan mudah memahami fungsi fitur ADAS pada tiap mobil, meskipun berbeda merek.
Mungkin bisa kita fahami saat fitur-fitur keselamatan canggih baru mulai hadir di awal tahun 2010-an, semisal Antilock Braking System, Vehicle Stability Control System dan lainnya mulanya terdengar asing, namun kini dengan istilah yang seragam, orang bisa faham dengan seketika ketika disebutkan ABS dan VSC.
Bagaimana menurut Sobat pembaca jika istilah fitur ADAS diseragamkan? Apakah setuju atau tidak? Sampaikan pendapat Sobat di kolom komentar.





