KEKURANGAN DATSUN CROSS
Interior Kurang Lapang – Hal yang meleset dari isu yang beredar saat versi konsep mobil ini diluncurkan adalah ukuran kabinnya, ternyata harapan tidak sesuai kenyataan. Kabin Datsun Cross ini ternyata tidak berbeda dari Go+ yang sempit dan kurang nyaman. Konfigurasinya masih 5+2, bukan 7-seater sesungguhnya.
Kursi Tipis, sama seperti Datsun Go+ – Jika kita berharap suasana interior Datsun Cross ini benar-benar berbeda dari Go+, maka itu salah. Karena perbedaannya hanya pada warna interior dan desain dashboard, dalam hal bentuk dan ketebalan kursi sama persis dengan Go+.
Bahan interior baris ketiga masih karpet kasar – Bukan plastik seperti pada doortrim, kabin baris ke-3 masih berkesan bagasi dan kurang manusiawi. Sangat disayangkan Datsun tidak mengimprove interior Cross ini dibanding Go+ Panca.
Pelipatan kursi tidak ada pembagian 60:40 atau 50:50 – Pelipatan kursi baris kedua dan ketiga masih sama dengan Go+, harus dilipat seluruhnya. Sehingga bagasi kurang maksimal
Head Rest tidak memadai – Sama seperti Datsun Go+ Panca, kursi baris kedua hanya ada 2 gundukan kecil dan baris ke-3 tidak ada head rest sama sekali.
Pengaturan AC tidak lengkap – Masih sama seperti Datsun Go+ Panca, Hanya ada pengaturan temperatur dan hembusan udara, tidak ada pengaturan arah hembusan udara dan pengaturan sirkulasi internal atau eksternal.
Setir tidak bisa Tilt dan Telescopic – Tidak ada pengaturan ketinggian dan maju-mundur setir, sehingga tidak bisa disesuaikan dengan postur tubuh pengemudi.
Tidak ada Pengatur Ketinggian kursi pengemudi – Selain tidak ada tilt steering, juga tidak ada pengaturan ketinggian kursi pengemudi, sehingga tidak ada peluang untuk pengaturan posisi mengemudi. Sopir dengan postur tubuh pendek akan cukup kesulitan menyetir mobil ini.
Bahan interior plastik keras – Meskipun sudah ada peningkatan warna interior dan tambahan beberapa fitur, cukup disayangkan bahan interior masih dari plastik keras sehingga kesan murah masih cukup kental.
Tidak ada cup holder di baris kedua dan ketiga – Untuk urusan kepraktisan, penumpang Datsun Cross ini harus legowo dengan suasana kabin Datsun Go+ Panca yang tanpa cupholder di baris kedua dan ketiga.
Tidak ada seat back pocket – Baris kedua benar-benar minim tempat penyimpanan. Tidak ada kantung penyimpanan di belakang kursi baris pertama.
Seat belt baris ketiga hanya 2-titik dan tidak retractable – Sabuk pengaman di baris ketiga tidak memadai, apalagi kabin tersebut hanya cocok diduduki anak-anak yang rata-rata tidak bisa memasang sabuk pengaman sendir. Jadi sepertinya Datsun tidak begitu berniat menyediakan fitur keselamatan yang memadai untuk baris ketiga.
Bagasi sangat kecil – Bagasi pada Datsun Cross sama dengan milik Go+, yaitu bersifat opsional, jika digunakan sebagai tempat duduk penumpang, maka mobil ini nyaris tidak punya bagasi. Dan jika diperlukan bagasi, maka baris ketiga tidak bisa untuk penumpang.
Spion dalam tidak ada Night-View-Mirror – Spion dalam kabin masih hanya kaca biasa, tidak ada fitur night-view-mirror yang berfungsi sebagai anti silau saat berkendara di malam hari.
Mesin 3-silinder tenaga tipe Manual tidak beda dengan Go+ – Entah mengapa ternyata SUV Datsun ini tidak diberi mesin 4-silinder yang lebih halus, tapi tetap dengan mesin 3-silinder tanpa teknologi katup variable. Bahkan pada tipe manual, tenaga dan torsinya sama persis dengan Go+ Panca. Untungnya pada tipe CVT ada tambahan tenaga sebesar 10 PS.
Tidak ada vanity mirror pada sun visor – Pada sun visor tidak ada vanitiy mirror, mungkin sebaiknya pemilik mobil ini memasang kaca tambahan sendiri.
Handel pintu luar masih model ungkit – Jika saja haldel pintu luar diganti model tarik seperti pada Nissan March, mungkin akan membuat tampilan Cross ini jadi lebih modern. Handel pintu ungkit itu memberi kesan jadul.
Baca juga: Kelebihan Kekurangan Datsun Go+ Panca
Itulah daftar kelebihan dan kekurangan Datsun Cross Indonesia. Jika sobat pembaca punya informasi lain terkait keunggulan dan kelemahan Datsun Cross ini, silahkan disampaikan di kolom komentar.
Mengingat harga mobil ini dapat dikatakan cukup murah untuk kelas low SUV, kiranya kekurangan yang ada adalah wajar-wajar saja. Sedangkan jika dibandingkan segmen LCGC 7-seater memang Cross lebih mahal, hal itu menjadi harga untuk berbagai fitur yang tidak ada pada LCGC, sperti rem ABS+EBD, Stablity control dan lain sebagainya.
Salam otomotif!





